Benarkah Kelapa Sawit Bersifat Eksklusif?

Selama ini berkembang opini bahwa industri minyak sawit hanya bermanfaat bagi pelakunya (eksklusif) dan kurang memberi manfaat bagi perekonomian Indonesia secara keseluruhan (inklusif). Meskipun industri minyak sawit telah berhasil menempatkan Indonesia sebagai produsen CPO terbesar dunia sekaligus produsen minyak nabati dunia, banyak pertanyaan yang terkait dengan kontribusi industri minyak sawit dalam perekonomian atau pembangunan ekonomi nasional.

Beberapa mitos berikut ini sering dialamatkan kBeberapa mitos berikut ini sering dialamatkan kepada industri minyak sawit. Untuk itu perlu dijawab dengan data-data dan bukti-bukti empirisepada industri minyak sawit. Untuk itu perlu dijawab dengan data-data dan bukti-bukti empiris

MITOS 3-01 Perkebunan kelapa sawit bersifat eksklusif yang manfaat ekonominya hanya dinikmati oleh pelaku industri minyak sawit itu sendiri dan sangat sedikit dinikmati masyarakat umum.

FAKTA Suatu kegiatan ekonomi dikatakan bersifat eksklusif jika perkembangan kegiatan ekonomi yang bersangkutan hanya menghasilkan manfaat yang terbatas pada pelakunya dan tidak memberi dampak bagi masyarakat secara umum. Untuk membuktikan apakah industri minyak sawit bersifat eksklusif atau inklusif dapat dilihat dengan indikator dampak multiplier output, pendapatan, nilai tambah dan tenaga kerja.

Data Tabel Input-Output perekonomian Indonesia tahun 2008 menunjukkan indeks multiplier perkebunan kelapa sawit (Tabel 3.1). Indeks multiplier output, pendapatan, tenaga kerja dan nilai tambah perkebunan kelapa sawit lebih besar dari satu. Hal ini berarti, dampak multiplier perkebunan kelapa sawit lebih besar daripada rata-rata dampak multiplier sektor-sektor ekonomi nasional. Hal ini juga bermakna bahwa perkembangan perkebunan kelapa sawit yang disebabkan oleh peningkatan konsumsi, investasi maupun ekspor akan menciptakan manfaat yang lebih besar baik dalam bentuk output, pendapatan, nilai tambah dan penciptaan kesempatan kerja, bukan hanya pada perkebunan kelapa sawit tetapi juga dalam perekonomian secara keseluruhan.

Sektor-sektor ekonomi nasional yang memperoleh manfaat (output, pendapatan, nilai tambah dan penciptaan kesempatan kerja) akibat pertumbuhan perkebunan kelapa sawit adalah sebagaimana disajikan pada Tabel 3.2.

Jika terjadi peningkatan ekspor minyak sawit selain meningkatkan pendapatan pada perkebunan kelapa sawit (direct effect) juga terjadi peningkatan pendapatan (melalui indirect effect dan induced consumption effect) pada sektor-sektor perekonomian nasional khususnya pada sepuluh sektor ekonomi utama. Demikian juga melalui mekanisme yang sama penciptaan kesempatan kerja baru tidak hanya terjadi pada perkebunan kelapa sawit tetapi juga terjadi pada sektor-sektor ekonomi nasional tersebut. Rank

Berdasarkan uraian di atas, perkebunan kelapa sawit secara ekonomi, bukanlah kegiatan ekonomi yang eksklusif melainkan kegiatan ekonomi yang bersifat inklusif. Pertumbuhan perkebunan kelapa sawit akan menciptakan “kue ekonomi” bagi sektor-sektor ekonomi nasional baik yang terkait langsung maupun yang terkait secara tidak langsung dengan perkebunan kelapa sawit.

Sumber : Bab 3|Mitos dan Fakta : Industri Minyak Sawit dalam Perekonomian Indonesia