Benarkah Pertanian dan Deforestasi Merupakan Penghasil Emisi Gas Rumah Kaca?

MITOS 6-06 Pertanian dan deforestasi global merupakan sektor penghasil emisi gas rumah kaca (GHG) terbesar di dunia.

FAKTA Pertanian maupun deforestasi global bukanlah sumber emisi GHG terbesar dunia. Sumber emisi GHG global berdasarkan sektor (Gambar 6.5) adalah industri (29 persen), perumahan (11 persen), perkantoran (7 persen), transportasi (15 persen), pertanian (7 persen), penyediaan energi (13 persen), LULUCF (15 persen), dan limbah (3 persen).

Dengan demikian sangat jelas bahwa kontributor emisi GHG terbesar adalah dari konsumsi energi (BBF) pada industri, transportasi, perumahan, perkantoran dan penyediaan energi yang mencapai 75 persen dari GHG global. Share pertanian, maupun land use change dan hutan (LULUCF) hanya sekitar 22 persen. Jika masyarakat global ingin mengatasi pemanasan global maka cara yang paling efektif adalah mengurangi konsumsi BBF secara global dan revolusioner.

Gaya hidup dan kemewahan yang diperoleh dengan mengkonsumsi BBF yang terlalu tinggi, perlu dikurangi secara revolusioner. Mempersoalkan emisi GHG dari pertanian, land use change termasuk deforestasi tidak berpengaruh signifikan jika tidak didahului pengurangan konsumsi BBF.

Sumber : Bab 6 | Mitos dan Fakta :  Indonesia dalam Isu Lingkungan Global