Minyak Sawit Memiliki Kandungan Vitamin E yang lebih Rendah dari Minyak Nabati Lainnya?

MITOS 8-05 Kandungan vitamin E minyak sawit lebih rendah dari minyak nabati lain. FAKTA Vitamin E merupakan senyawa gizi yang esensial bagi kesehatan tubuh manusia. Vitamin tersebut bermanfaat sebagai antioksidan, anti penuaan dini, kesehatan kulit, kesuburan reproduksi, mencegah aterosklerosis, anti kanker dan meningkatkan imunitas (Walton et al., 1980; Hirai et al., 1982; Sylvester et al., 1986; Cross, 1987; Sundram et al., 1989; Komiyama et al., 1989; Goh et al., 1985, 1994; Guthrie et al., 1993, 1995, 1997; Elson and Qureshi, 1995; Nasaretnam, 2008; Ng et al., 2009; Sen et al., 2010; Anggarwal et al., 2010; Nasaretnam and Meganathan, 2010; Gopalan et al., 2014). Vitamin E tidak dapat diproduksi oleh tubuh manusia sehingga harus disediakan melalui makanan.

Minyak sawit mengandung vitamin E yang paling tinggi dibandingkan dengan minyak nabati lain (Tabel 8.3).

Kandungan vitamin E pada minyak sawit mencapai 1.172 ppm, lebih tinggi dari kandungan vitamin E minyak kedelai (958 ppm), minyak biji bunga matahari (546 ppm), minyak jagung (782 ppm) dan seterusnya. Selain itu, vitamin E minyak sawit mengandung 20 persen tocopherols dan 80 persen tocotrienols (Man dan Haryati, 1997) yang keduanya berfungi sebagai antioksidan.

Pada industri farmasi, minyak sawit juga menjadi sumber bahan vitamin E. Upaya untuk memanen vitamin E dari minyak sawit sudah lama dikembangkan oleh industri-industri farmasi melalui proses ekstraksi yang kemudian diproduksi dalam bentuk kapsul-kapsul vitamin E. Karena itu perkebunan kelapa sawit dapat dikatakan “pabrik” biologis vitamin E. Kebun sawit juga tidak hanya penghasil minyak nabati paling efisien di dunia, ternyata juga penghasil vitamin E yang paling efisien. Suatu saat selain produsen minyak sawit tebesar dunia, Indonesia juga ternyata berpotensi menjadi eksportir besar vitamin E.

Uraian di atas sangat jelas bahwa kandungan vitamin E minyak sawit adalah lebih tinggi dibandingkan dengan minyak nabati lainnya.

Sumber : Bab 8 | Mitos dan Fakta : Minyak Sawit dan Gizi Kesehatan

 


2019 © GAPKI Sumatera Utara (Sumut) | Palm Oil Association of North Sumatra