Kelapa Sawit Industri Nasional yang Tepat

MITOS 9-16 Indonesia sebagai negara produsen minyak sawit terbesar dunia, namun produksi minyak sawit berkelanjutan tersertifikasi dari Indonesia lebih kecil dibandingkan dengan dari negara produsen minyak sawit lainnya.

FAKTA Berdasarkan data RSPO (2016), produksi minyak sawit berkelanjutan tersertifikasi (CSPO + CSPK) dari Indonesia ternyata lebih besar dibandingkan dari negara lain (Gambar 9.6). Hampir 60 persen dari CSPO+CSPK dunia berasal dari Indonesia. Posisi kedua adalah dari Malaysia, kemudian disusul Papua New Guinea dan Brazil.

Perlu dicatat bahwa data CSPO + CSPK dari Indonesia tersebut masih hanya mencakup data RSPO dan belum termasuk data dari ISPO. Selain itu, juga belum memperhitungkan volume produksi dari perusahaan-perusahaan perkebunan kelapa sawit yang sedang proses sertifikasi, baik melalui ISPO maupun RSPO. Jika data-data tersebut diperhitungkan (karena secara realitas sudah memenuhi sustainable) maka volume produksi CSPO dari Indonesia tersebut pasti lebih besar lagi.

Kementerian Pertanian sedang melakukan percepatan implementasi ISPO termasuk untuk perkebunan sawit rakyat. Di targetkan tahun 2020 sekitar 80 persen perkebunan kelapa sawit Indonesia sudah memperoleh sertifikasi tata kelola perkebunan kelapa sawit berkelanjutan ISPO.

Dengan data tersebut menunjukkan bahwa Indonesia selain sebagai produsen minyak sawit dunia terbesar, juga produsen terbesar minyak sawit berkelanjutan tersertifikasi dunia. Apakah minyak kedelai dunia, minyak rapeseed, minyak bunga matahari memiliki tata kelola berkelanjutan seperti pada minyak sawit? Dan bagaimana dengan komoditas pertanian lainnya, pertambangan mineral dan migas serta produk-produk industri dunia, apakah memiliki sistem tata kelola dan sertifikasi berkelanjutan? Pertanyaan tersebut penting karena ekosistem yang berkelanjutan hanya mungkin terwujud jika semua sektor, industri, daerah, produk/komoditi berkelanjutan (tidak cukup hanya sawit yang berkelanjutan).

Sumber: Bab 9|Mitos dan Fakta: Kebijakan Nasional dan Tata Kelola Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan