Konsistensi Kelapa Sawit dalam Pembangunan Masyarakat Berkelanjutan

Kelapa sawit merupakan komoditas utama perkebunan Indonesia dikarenakan nilai ekonomi yang tinggi. Kelapa sawit merupakan tanaman penghasil minyak nabati terbanyak diantara penghasil minyak nabati lainnya (kedelai, zaitun,kelapa,dan bunga matahari). Selain itu, minyak kelapa sawit crude palm oil (CPO) juga berkontribusi signifikan terhadap ekspor dan penerimaan negara. Produk turunan kelapa sawit juga bisa memperkuat industri di Indonesia.

Keunggulan Sawit yang Mampu Membawa Perubahan ke Daerah Transmigrasi

Program Transmigrasi merupakan salah satu program pemerintah khususnya pada Era Orde Baru yang bertujuan untuk menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di luar Pulau Jawa. Pulau Jawa dan Bali merupakan pengirim transmigran terbesar yang ditempatkan pada pelosok/pedalaman kabupaten-kabupaten di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Papua. Sampai tahun 1985, jumlah keluarga yang ditransmigrasikan mencapai sekitar 1 juta rumah tangga.

Komoditas Sawit Merupakan Primadona Bagi Perekonomian Indonesia

Apabila ada pertanyaan komoditas apakah yang terbukti mampu memberikan banyak manfaat terhadap perekonomian Indonesia selama ini, kelapa sawit layak dikedepankan untuk menjadi jawabannya. Banyak bukti yang menjadikan komoditasi ini pantas dijadikan sebagai primadona bagi perekonomian Indonesia. Bagaimana tidak, kelapa sawit telah sejak lama berkontribusi besar terhadap penerimaan devisa negara. Sebagai contoh, industri ini telah menyumbang devisa kurang lebih sebesar Rp. 230 trilyun pada tahun 2017, atau menjadikannya sebagai penyumbang devisa terbesar mengalahkan sumbangan devisa dari sektor-sektor lain yang memiliki nama lebih mentereng seperti migas dan parawisata. Diperkirakan industri kelapa sawit dapat menyumbang sekitar 1,5-2,5 persen dari nilai total Produk Domestik Bruto (PDB).

Isu Negatif Kelapa Sawit Penghambat Pembangunan Ekonomi

Belakangan ini banyak tantangan yang dihadapi kelapa sawit dalam pengembangannya. Tak sedikit hal negatif mengarah komoditas andalan dan menjadi primadona di Indonesia karena telah memberikan dampak ekonomi luar biasa baik bagi rakyat maupun bagi pemerintah. Padahal, Kelapa sawit merupakan Perkebunan kelapa sawit menghasilkan keuntungan yang sangat besar. CPO yang dihasilkan memberikan kontribusi yang besar bagi devisa negara. Selain itu, perkebunan kelapa sawit juga menyumbangkan lapangan pekerjaan bagi masyarakat Indonesia. Walaupun demikian, perlu dikaitkan dampak-dampak negatif yang ditimbulkan. Benarkah berdampak buruk dalam pengembangannya?