June 14, 2024

GAPKI Sumatera Utara (Sumut)

Indonesian Palm Oil Association North Sumatra Chapter

Kuliah Umum Monitoring Dan Evaluasi Penerima Beasiswa BPDPKS di Institut Teknologi Sawit Indonesia (ITSI)

Selasa 8 februari 2022, Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit melakukan Monitoring dan Evaluasi Penerima beasiswa SDMPKS di Institut Teknologi Sawit Indonesia ( ITSI ), mengangkat tema “ Pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit dalam mendukung daya saing Perkebunan Sawit Rakyat”.

Kuliah Umum di buka secara langsung oleh Bapak Aries Sukariawan ( Rektor ITSI ) salah satu tokoh sawit indonesia dibidang pengembangan SDM. Beliau memaparkan ITSI yang sebelumnya STIP-AP kini telah berubah bentuk menjadi institusi yang lebih tinggi lagi, ini merupakan hasil perjuangan yang sangat real dari usaha keras civitas ITSI yang sebelumnya dikenal sebagai Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Agrobisnis Perkebunan ( STIP-AP ). Kuliah umum ini dihadiri oleh Gubernur Sumatera Utara yang diwakili oleh kepala dinas Perkebunan Sumut, Ketua DPP APKASINDO SUMUT, Ketua GAPKI SUMUT, perwakilan dari BPDPKS, perwakilan dari PTPN II, perwakilan dari PTPN IV serta Lembaga Pendidikan Perkebunan (LPP) SUMUT.

“ Perubahan ini bukan sekedar perubahan nama, namun ada substansi didalamnya, dengan berubahnya bentuk sekolah tinggi menjadi institut kami di beri izin membuka 4 jurusan baru untuk program sarjana, meliputi Agribisnis, Proteksi tanaman, Kimia Industri dan Sistem Informasi yang berprospek ke kelapa sawit. Harapan kedepannya Alumni ITSI dapat menjadi tongkat estafet perkebunan kelapa sawit  baik di swasta maupun milik negri” ujar Rektor ITSI dalam pembukaan kuliah umum. Setelah kuliah umum dibuka dilanjut dengan penampilan Yel-yel oleh mahasiswa ITSI penerima beasiswa SDMPKS, suara yang menggetarkan jiwa dengan semangat yang powerfull Khas Planter, membuat suasana kuliah umum menjadi penuh semangat.

Mahasiswa penerima beasiswa SDMPKS juga menampilkan seni beladiri khas Indonesia yaitu Tapak Suci dan Tarung Derajat. Mengacu pada banyaknya tantangan  di Industri sawit, Pembekalan seni beladiri kepada mahasiswa sangat di perlukan untuk persiapan sebelum terjun ke lapangan. Dengan penampilan yang memukau para undangan, meyakinkan bahwa mahasiswa ITSI siap tempur untuk terjun kelapangan, bukan cuma terampil dalam budidaya dan pengolahan sawit mahasiswa ITSI juga di bekali keterampilan seni beladiri.

Selanjutnya pembukaan oleh Ketua DPP APKASINDO SUMUT, Gus Dalhari Harahap. “ pada saat ini situasi perkebunan kelapa sawit sedang menghadapi banyak cobaan, mulai dari naiknya harga minyak goreng, tanaman sawit dipastikan bukan tanaman hutan oleh KLHK, saya berpikir hambatan dan tantangan itu adalah tugas kita bersama, begitu juga dengan adik adik mahasiswa penerus Perkebunan kelapa sawit, kalau kita tidak menjaga sawit, mungkin sawit hanya tinggal sejarah, seperti tembakau, cengkeh kita, yang kini tinggal sejarah. Saya berharap pada tunas bangsa untuk aktif dan berkontribusi penuh untuk keberlanjutan kelapa sawit” sambil meneteskan air mata. “ saya sudah sering jadi pembicara di berbagai kegiatan, namun baru disini saya meneteskan air mata, melihat semangat dan power tunas bangsa SDM sawit yang membuat saya terharu. Kita harus kompak untuk memperjuangkan kelapa sawit di indonesia”. Serangan kampanye hitam terhadap sawit bukan dari luar negri saja, dari dalam negri juga banyak untuk itu sebagai generasi milenial yang hidup di era digitalisasi sangat mudah untuk berkontibusi mengkampanyekan bahwa sawit itu baik dan berkelanjutan”.

Sekretaris GAPKI SUMUT,  Timbas Prasad Ginting dalam pidatonya menuturkan bahwa serangan yang di hadapi datang bertubi tubi untuk menjatuhkan sawit, beliau sangat bserharap kepada mahasiswa untuk berkontribusi aktif untuk mengkampanyekan sawit, mengacu pada pemuda adalah pelopor pembawa perubahan dan pemimpin di masa depan, jadi sangat di butuhkan perannya dalam mengahadapi serangan terhadap sawit. “musuh kita yang sebenarnya itu bukan dari luar negri saja, paling besar musuh kita ada di dalam negri, karna apa?, karna sawit ini adalah tanaman paling seksi didunia, kalau di indonesia itu sangking seksinya 7 kemnetrian ikut campur dalam komoditi sawit.”

Selanjutnya kata pembukaan dari Gubernur SUMUT yang di wakili oleh kepala dinas perkebunan, Ir. lies handayani siregar, M.MA dalam pidatonya menyampaikan sumatera utara adalah provinsi dengan luas areal perkebunan terbesar kedua setelah riau. Beliau menegaskan bahwa penerima beasiswa BPDPKS yang berasal dari sumatera utara perlu di tambah kuotanya, mengacu pada peran sumatera utara di industri kelapa sawit yang tidak bisa dipungkiri, mulai dari penanaman komersial pertama hingga luas arealnya. Karna upgrading kualitas SDM adalah kunci utama keberlanjutan kelapa sawit.” Banyak yang sudah bergerak menyerang sawit kita harus mempersiapkan SDM kita untuk keberlanjutan kelapa sawit” ujar beliau.

closing statement, kuliah umum tentang pengetahuan sawit dari hulu hingga hilir yang dibawakan oleh perwakilan dari BPDPKS, tentang kontribusi sawit untuk aspek ekonomi, sosial, ekologi, industri hulu dan hilir, serta inovasi dan pengembangan sawit di indonesia. dalam penyampaian materi kuliah umum, pihak BPDPKS menghimbau mahasiswa untuk memanfaatkan sebaik mungkin fasilitas yang di berikan, dan ikut ambil andil dalam memajukan industri kelapa sawit di indonesia, karna  masa depan sawit ada dalam genggaman para penerus bangsa.

Sumber : milenialsawitindonesia.blogspot.com

About The Author

Jln. Murai 2 No. 40, Komp. Tomang Elok Medan 20122
Phone: +62-61-8473331 | Fax. +62-61-8468851 | Email: [email protected]

©2021 Indonesian Palm Oil Association, North Sumatra Chapter. All rights reserved.