September 17, 2021

GAPKI Sumatera Utara (Sumut)

Indonesian Palm Oil Association North Sumatra Chapter

Harga CPO ‘Diramal’ Masih Bisa Naik 9% Lagi

Harga komoditas minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) bergerak naik pada perdagangan jelang siang ini. Ruang untuk naik lagi masih terbuka.

Pada Senin (19/7/2021) pukul 10:32 WIB, harga CPO di Bursa Malaysia tercatat MYR 4.155/ton. Naik 0,44% dari posisi akhir pekan lalu.

Harga CPO sedang dalam tren bullish. Dalam sepekan terakhir, harga naik 7,56% dan selama sebulan ke belakang kenaikannya mencapai 22,53%.

Wang Tao, Analis Komoditas Reuters, memperkirakan harga CPO masih bisa naik lagi. Target harga terdekat saat ini ada di MYR 4.260/ton. Penembusan di titik ini akan membawa harga CPO ke MYR 4.352-4.525/ton. Jika harga menyentuh MYR 4.525/ton, maka ada kenaikan 9,39% dari posisi saat ini.

“Harga CPO berhasil menembus resistance baru di MYR 4.105/ton pekan lalu. Oleh karena itu, harga CPO sedang berupaya menyentuh titik resistance baru di MYR 4.260/ton. Bahkan peluang menuju MYR 4.525/ton cukup tinggi,” sebut Tao dalam risetnya.

Meski tetap ada risiko harga bisa turun, tetapi Tao memperkirakan penurunan itu akan terbatas, mentok di MYR 4.105/ton. Paling harga hanya turun ke kisaran MYR 4.147/ton.

Dari sisi fundamental, salah satu penyebab kenaikan harga CPO adalah risiko penurunan pasokan. Ini karena Malaysia dan Indonesia, dua negara produsen CPO terbesar dunia, sedang bermasalah dengan pandemi virus corona (Coronavirus Disease-2019/Covid-19).

Kemarin, jumlah pasien positif corona di Indonesia bertambah 44.721 orang menjadi 2.877.476 orang. Dalam 14 hari terakhir, pasien positif bertambah rata-rata 42.385 orang per hari, melonjak dibandingkan rerata 14 hari sebelumnya yakni 21.013 orang setiap harinya.

Sementara Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat pasien positif corona di Malaysia per 16 Juli 2021 berjumlah 880.782 orang. Bertambah 13.215 orang dari hari sebelumnya, rekor tertinggi penambahan kasus harian di Negeri Harimau Malaya.

Perkembangan ini membuat pemerintah di dua negara memberlakukan pengetatan aktivitas dan mobilitas masyarakat. Di Malaysia namanya Perintah Pembatasan Kawalan Pergerakan sementara di Indonesia adalah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Pembatasan ini membuat sumber daya manusia di berbagai sektor berkurang, karena mobilitas memang diperketat. Salah satunya adalah di perkebunan kelapa sawit. Akibatnya, panen pun tidak bisa maksimal.

Sumber: www.cnbcindonesia.com

©2021 Indonesian Palm Oil Association, North Sumatra Chapter. All rights reserved.