September 17, 2021

GAPKI Sumatera Utara (Sumut)

Indonesian Palm Oil Association North Sumatra Chapter

Kebun Sawit Hijaukan Kembali Pulau Borneo

MITOS 9-06 Pulau Kalimantan sebagai salah satu daerah pengembangan perkebunan kelapa sawit mendominasi ruang dan menghilangkan biodiversity asli.
FAKTA Pulau Kalimantan yang dikenal dengan Pulau Borneo merupakan salah satu daerah pengembangan perkebunan kelapa sawit Indonesia. Asal-usul lahan perkebunan kelapa sawit di Pulau Kalimantan, telah didiskusikan pada Mitos 7-04. Luas daratan Pulau Kalimantan sebesar 53,1 juta ha, dengan penggunaan ruang untuk kawasan hutan (berhutan dan tak berhutan) sebesar 36,5 juta hektar atau 68,8 persen, kawasan non hutan sebesar 16,5 juta hektar atau 31,1 persen dari luas daratan Kalimantan (Tabel 9.7).
Luas perkebunan sawit di Pulau Kalimantan baru mencapai 3,4 juta hektar atau hanya sekitar 6,5 persen dari luas daratan Pulau Kalimantan. Dengan kata lain, penggunaan lahan di Pulau Kalimantan yang terbesar adalah untuk kawasan hutan dan bukan untuk kebun sawit.
Sebagaimana kebijakan nasional, ruang untuk “rumahnya” biodiversity asli berupa hutan lindung dan konservasi seluas 11,9 juta hektar di Pulau Kalimantan baik secara In Situ maupun Ex Situ. Pelestarian biodiversity asli Kalimantan tersebar di seluruh provinsi Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.

Sebagai contoh Provinsi Kalimantan Timur yang merupakan salah satu daerah pengembangan areal perkebunan kelapa sawit terbesar di Pulau Kalimantan, masih tetap mempertahankan “rumahnya” biodiversity Kalimantan Timur (Tabel 9.8) yang terdiri atas : (a) Taman Nasional yang menyebar di 2 lokasi seluas 1.505.129 hektar; (b) Cagar Alam yang menyebar di 2 lokasi seluas 178.478 hektar; (c) Suaka Margasatwa yang menyebar di 1 lokasi dengan luas 103,05 hektar.
Pola pelestarian biodiversity di provinsi lain di Pulau Kalimantan juga dilakukan baik secara In Situ maupun Ex Situ. Kebijakan pembangunan kelapa sawit di Pulau Kalimantan tetap memberikan ruang bagi pelestarian biodiversity.


Sumber:Bab 9|Mitos dan Fakta: Kebijakan Nasional dan Tata Kelola Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan

©2021 Indonesian Palm Oil Association, North Sumatra Chapter. All rights reserved.